Langkah Membuat Film Pendek


Film merupakan hal yang sudah tak asing di telinga kita. Bahkan, adapula orang yang menjadikan film sebagai hobi untuk ditonton. Namun, hanya segilintir orang yang ingin membuat film hasil karya sendiri, padahal membuat film sangat menyenangkan bila film itu sudah jadi. Kita akan puas dengan hasil film yang kita buat. Dalam membuat film pendek tidaklah sulit dan mahal. Membuat film pendek yang sederhana hanya membutuhkan kreatifitas dan kerja keras. Berikut akan kami jelaskan bagaimana cara membuat sebuah film pendek.


   
1. Temukan Ide dan konsep!
Cari tahu dulu tentang latar belakang yang ingin kita buat. Lebih bagus ide ini dilakukan dengan detail, tetapi jika hanya sederhana, kita bisa browsing di internet atau bertanya kepada teman atau orang yang sudah mengalaminya. Catat data-data yang kita dapat tadi sebagai bahan referensi.



2. Siapkan tim dan peralatan.

Perlengkapan yang diperlukan adalah kamera video apa pun beserta baterai dan charger. Jangan lupa membawa mikrofon tambahan atau mikrofon yang dari kamera. Untuk memudahkan pengambilan gambar,  gunakan tripod.


3. Riset lapangan.

Saat sampai di tempat tujuan, kita harus melakukan riset lebih dalam dari ide yang sudah kita dapat. Cocokkan data yang sudah didapat dengan keadaan di lapangan. Caranya kita bisa jalan, berbicara, dan berusaha akrab dengan lingkungan yang akan kita filmkan. Jika ingin memakai tempat milik orang lain atau perusahaan, diharuskan untuk izin terlebih dahulu kepada sang pemilik tempat tersebut. Jangan memakai tempat tanpa meminta izin, karena itu dapat membahayakan proses pembuatan film dan akan merugikan diri sendiri.


4. Buat alur cerita kasar.
Tentukan siapa saja yang mau diangkat sebagai tokoh dalam film. Biasanya, dari hasil riset di lapangan, kita bisa mendapatkan sebuah ide yang lebih spesifik dan menarik untuk diangkat dari ide awal yang kita dapat. Misalnya, “Keseharian seorang petani di sawah”. Kemudian, buatlah alur cerita kasar dari ide tersebut. Misalnya, aktivitas si petani di sawah dan apa saja yang wajib dilakukan si petani.


5. Buatlah naskah film.
Dari cerita kasar itulah naskah dapat dikembangkan. Di naskah tersebut juga terdapat aktivitas tokoh secara detail. Seperti “Toni melirik Sinta sambil menggarukkan kepala”. Kemudian cantumkan juga latar yang akan dipakai dalam naskah tersebut. Tokoh diharuskan untuk menghafal naskah yang telah dibuat. Karena, tokoh harus dapat memperlihatkan ekspresi yang sesuai dengan apa yang tercantum di naskah.


6. Buatlah Storyboard untuk memudahkan proses pengambilan gambar.

Storyboard adalah gambaran sudut pandang kamera yang dibuat dalam wujud sketsa yang disusun berurutan sesuai dengan naskah yang dibuat. Dengan storyboard, dapat memudahkan untuk pengambilan gambar yang akan diambil. Dari sudut pandang kamera, gerakan kamera, dan letak tokoh melakukan adegan.


7. Syuting atau pengambilan gambar.


Dari hasil riset, kita sudah tahu di mana saja dan kapan saja tokoh akan berperan.  Buatlah jadwal kegiatan syuting agar proses syuting dapat dilakukan dengan baik. Jika pengambilan gambar selesai, lihatlah kembali hasil rekaman. Jika kurang memuaskan, cobalah mengulang adegan tersebut.


8. Mengedit film.

Pindahkan hasil rekaman yang sudah kita rekam sebelumnya ke dalam komputer menggunakan program editing yang biasa kita pakai. Setelah itu susun film berdasarkan alur cerita yang kita buat sebelumnya. Periksa kembali adegan-adegan yang telah dibuat. Jika ada adegan yang dirasa kurang cocok atau membuat kualitas film berkurang, hapus atau ulanglah adegan tersebut. Namun, berhati-hatilah saat menghapus adegan. Karena, bisa saja adegan yang dihapus akan mempengaruhi isi cerita suatu film. Jangan membuat adegan yang terlalu lama atau adegan yang ditampilkan akan terlihat membosankan. Buatlah film menjadi padat namun kandungan dan isi cerita dalam film diperlihatkan semenarik mungkin.


9. Masukkan musik latar atau backsound.
Tambahkan musik latar yang sesuai. Karena, musik memberikan suasana dari film yang ditampilkan. Misalnya, adegan berkelahi, maka musik yang dimainkan adalah musik cepat. 


10. Koreksi warna atau color correction.

Warna sangat penting dalam film. Karena selain musik, warna juga dapat menambahkan suasana dalam film. Misalnya jika suasana yang ditampilkan terkesan dingin maka warna yang digunakan dalam film adalah kebiru-biruan.



Latest
Previous
Next Post »
0 Komentar